Sekarang mungkin sering kita lihat maraknya aksi teror bom di muka bumi ini. Dan baru-baru lama-lama ini, orang yang sering di sebut-sebut sebagai teroris nomer wahid telah tewas pada peristiwa penggrebekan di Desa Mojosongo, Solo. Well, saya skip saja di sini. Karena yang ingin saya bahas adalah apa penyebab orang-orang itu terus melakukan aksi terorisme.
Banyak saya dengar penyebab mereka seperti itu adalah karena ingin berjihad, secara tidak langsung, mereka salah mengerti tentang arti berjihad. Mereka banyak melenyapkan nyawa-nyawa orang yang gak termasuk ke dalam daftar musuh mereka. Karena Indonesia bukan negara perang!
Jihad itu nggak hanya yang berbau mesiu. Tapi jihad juga bisa melalui jalan dakwah. Jadi, yang terpenting dalam agama yaitu dimana agama bisa mengubah diri kita untuk menjadi pribadi yang baik, dan agama itu bukan isinya.
Makanya, jika kita ingin mendapatkan sesuatu yang baik, harus disikapi dengan baik, karena apapun yang disikapi dengan baik pasti akan kembali dengan baik pula.
Para teroris menganggap orang-orang yang berbeda pengertian dengan mereka adalah musuh. Padahal musuh itu bukan orang, tetapi pengertian yang salah.
Makanya, jika kita mendapat tuduhan, kita jangan menyangkalnya dengan tuduhan tersebut, misalnya : orang yang dituduh kasar, dia menyangkalnya dengan perlakuan kasar.
Orang-orang yang salah jalan adalah orang-orang yang tidak memperhatikan petunjuk. Karena yang terpenting dari sebuah tujuan adalah bagaimana cara kita melalui jalan menuju tujuan tersebut.
Kita harus pintar-pintar jika ingin melenyapkan musuh. Jangan sampai cara kita melenyapkan musuh, malah menimbulkan musuh-musuh baru. Cara yang terbaik untuk melenyapkan musuh tersebut adalah dengan cara menjadikan musuh kita jadi sahabat kita.
Jika hatimu tidak memusuhimu, maka jiwamu tak akan memerangimu.
Be a super one, and say : "I'm the one! I'm the super one!"
oleh
@nnisap
|
label
share
Langganan:
Posting Komentar (Atom)






0 comments:
Posting Komentar