Friend is My Everything

Dimulai dari pagi hari, saya sudah mulai digandrungi sejumlah masalah. Mungkin hari akan berjalan dengan sangat gila.
Ya, gak tau kenapa lah, saya merasa letih, lesu, lunglai, lemes, lelah, lelet, letoy, dan L lainnya.
Hingga jam pelajaran ketiga, matematika, ulangan.
Singkat cerita, mungkin memang sudah punya feeling gak enak dari pertama, ulangan pun gak maksimal.
Pelajaran kosong, ada setumpukan kertas ulangan yang sudah dinilai datang, kertas ulangan matematika!
Dan ternyata, setelah dilihat, itu nilai gak pernah dan gak mau saya dapatkan seumur hidup, maaf, nilai tak bisa disebutkan karena cukup memalukan bagiku.
Saya pun menitikkan air mata, tapi saya berpikir, buat apa? Toh gak ada gunanya, palingan remedial. Pertanyaanku yang belum terjawab hingga kini adalah : ada apa dengan diriku hari ini?
Sampai saya kembali biasa, namun masih lemas bila mengingat nilai yang tak diinginkan itu.
Namun ada satu kalimat dari salahsatu kerabat saya yang bernama Zaky..

Z: Yee, akhirnya aku berhasil menyelesaikan adaptor ini! Thank you, Annisa!
A: hah, buat apa?
Z: Thanks for your support!
A: Oh, same-same! *bahasa yang cukup aneh*

Z=Zaky
A=Annisa (saya)


Kalimat itu cukup membuatku senang, malah lebih dari cukup..
Seakan semua beban hilang.
Kalimat yang mungkin gak akan pernah saya lupakan..
Dan, apa artinya diriku ini tanpa dirimu, sobat..
Ternyata semua yang tak sadar kita lakukan, berharga bagi orang lain.
Saya tak punya perasaan khusus padamu, tidak!
Namun kalimatmu membuat saya merasa berharga.
Saya berharga karenamu, dan kau berharga bagiku ..

Thanks to:
Allah SWT, Kak Rahmat, Zaky, Ikhsan, Yashin, Tatan, Olla, Novy, 8I, dan semua orang..
10-12-09

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 comments: