STOP GLOBAL WARMING!


Ya ampun, yang ganteng, yang cantik, ada yang sadar gak, kalau musim rambutan, duku, duren kemarau sama penghujan gak kenal waktu lagi? Apa salah satu faktornya gara-gara pemanasan global?
Saya punya sedikit info nih dari MySchool Magz, tentang global warming dan dampaknya, parah abis lah (ceileh)! Ckck...

Pohon dan Global Warming
Tau kan film-film yang diadaptasi dari ramalan global warming seperti 'The Day After Tomorrow' yang konon katanya sakitnya karena diguna-guna diangkat dari artikel nyata seorang ilmuan. Coba sekarang renungin gimana kalau hal itu terjadi? Tsunami Aceh aja udah bikin bulu kuduk jabrig berdiri, gimana kalau Tsunami terjadi diseluruh bagian dunia?!
Emang benar para ahli mengklaim, pohon sebagai salah satu alternatif mengurangi pemanasan global. Karena, secara alamiah, pohon membantu penyerapan karbondioksida berlebih sehingga mengurangi efek rumah kaca dan umpan balik yang galak bagi suhu bumi. RAWKKK!
Antara News saja melaporkan 53 ribu hektar pertahun hutan Sumatera Barat rusak gara-gara penebangan liar, perluasan areal kebun sawit dan lainnya! Dan ini terjadi gak hanya di Sumatera aja, tapi diseluruh Indonesia! Yang ngebuat sedih, alasan WarTeg (dibaca: warga tega) melakukan hal itu sangat simpel. Gara-gara uang, duit, acis, artos, money, mereka rela melakukan apapun tanpa pikir panjang. Kalau aja mereka tau dampak penebangan liar bisa merusak ekosistem dan keseimbangan bumi, mungkin mereka gak akan ngelakuin hal itu, mungkin sih..
Pihak berwenang juga sedang berlomba-lomba. Bahkan berusaha setengah hidup dan setengah mati berpatroli di hutan lewati gunung turuni lembah dan memperketat area. Cuma, gak adanya dukungan dari publik membuat usaha mereka NOL! Kontraktor dan perusahaan besar tetap menguasai dan mengeksploitasi hutan, tapi malas mereboisasinya kembali. Dezigh!

Pro Kontra Pohon
Ada penelitian terbaru yang mengklaim bahwa pohon dipandang bukan solusi bagi masalah emisi gas CO2. Kemampuan pohon yang dianggap mampu menyerap karbondioksida diragukan keampuhannya karena fenomena pemanasan global tetap saja terjadi.
Sebenarnya, pohon mampu mengurangi kadar CO2, namun usaha tersebut kalah dengan perusakan yang ada. Agak sulit untuk melestarikannya kalau gak ada dukungan dari pemerintah dan masyarakat sekitar. Karena gimanapun juga, walau susah payah, timbal baliknya gak bakal ngerubah apapun.
IPCC atau Intergovernmental Panel on Climate Change, kita hanya punya waktu 8 tahun untuk menyelamatkan bumi dari perubahan iklim. Dan 8 tahun bukan angka mati, karena melihat keadaan sekarang, bisa jadi kerusakan datang lebih cepat dari semestinya. Kalau emang begitu, nggak hanya binatang, bumi saja yang bakal merasa dampaknya. Tapi manusia bakal punah akibat penyakit, kurang gizi karena gagal panen dan bencana alam BESAR! Bayangin mameeen...

Face It!
Dari artikel yang ditulis oleh The Washington Post mengurai dampak pemanasan global dan pengaruhnya di bumi. Ternyata gak hanya mempengaruhi perubahan cuaca, tapi juga pada lautan. Berupa peningkatan temperatur secara global (panas) yang dapat mengakibatkan munclnya oenyakit kronis dan kematian. Temperatur panas ini juga berpengaruh pada hasil panen sehingga muncul kelaparan dan malnutrisi. Bencana alam sperti banjir, badai kebakaran, bahkan tsunami bisa terjadi. Dan pergeseranekosistem yang memberi dampak penyebaran penyakit lewat air dan vektor. Salah satu yang sudah terlihat saat ini adalah epidemik Demam Berdarah yang selalu mewabah dan gak mengenal musim lagi. Gimana nyamuk yang gak mengenal musim, musim aja udah gak mengenal waktu... dagraddasi lingkungan disebabkan pencemaran limbah dan penyakit pada air. Dan polusi udara dari gas emisi gak terkontrol dan menyebabkan penyakit saluran pernafasan seperti asma, alergi, coccidiodomycosis, penyakit jantung, dan paru kronis, serta lainnya.
Sekarang mah jangan dibayangin, tapi ditindak!
Jadi, apa yang harus kita lakukan?
Save our world from NOW!

Yuk hijaukan bumi kita! Yuk, ah! Yuk, marriee~

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 comments: